Manfaat ganja dalam bidang kesehatan


manfaat ganja dalam bidang kesehatan


Tanaman yang satu ini sangat terkenal didunia, tanaman dengan nama latin Cannabis sativa atau Cannabis indica di Indonesia kita mengenalnya dengan nama ganja, tumbuhan yang satu ini bukan hanya terkenal karena efek negatif yang ada pada nya namun juga tanaman ini sangat dekat dengan musik regee, bahkan dijadikan sebagai icon musik regee, banyak sebab kenapa ganja sangat dekat dengan musik regee, salah satu nya penyanyi musik regee yang terkenal yaitu Bob marley yang citra nya melekat dengan ganja, bob adalah regee dan regee adalah ganja, suatu penapsiran yang salah akan regee itu sendiri seakan menanamkan citra bahwa musisi dengan aliran regee adalah pemakai ganja. hal tersebut tentu sangat merugikan dan membuat jelek musik regee itu sendiri, sama hal nya dengan musik dangdut selalu diidentik dengan goyang seksi yang membuat birahi memuncak dengan sedikit mempertontonkan aurat, bahkan icon dangdut bukan lagi musik rakyat tapi musik aurat. lalu bagaimana merubah image tersebut tentunya dengan kesadaran musisi itu sendiri yang tidak memakai aurat sebagai alat goyangan ataupun tidak memasukan sesuatu hal yang berbau negative kedalam aliran musik manapun, hal itu tentunya akan merubah image musik itu menjadi jelek pula.

manfaat ganja dalam bidang kesehatan

Begitu juga dengan ganja itu sendiri yang ternyata banyak manfaat yang dihasilkan dari tumbuhan yang satu ini, beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh pakar kesehatan dengan tumbuhan ganja sebagai objek penelitan ternyata banyak menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dalam bidang kedokteran.

Zat atau kandungan yang terdapat pada ganja
Menurut para medis, komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THC yang terdiri dari Delta -9- THC dan Delta -8- THC. Delta -9- THC sendiri dapat mempengaruhi pola pikir otak manusia melalui penglihatan, pendengaran, dan suasana hati pemakainya. Sementara Delta -9- THC diyakini para ilmuwan medis mampu mengobati berbagai penyakit. Daun dan biji ganja membantu penyembuhan penyakit tumor dan kanker. Akar dan batangnya bisa dibuat jamu yang mampu menyembuhkan penyakit kejang perut (kram),disentri, anthrax, asma, keracunan darah, batuk, diare, luka bakar,bronchitis.

THC sendiri merupakan zat yang dapat menghilangkan rasa sakit, misalnya pada penderita glukoma. THC memiliki efek analgesic, yang dalam dosis rendah saja bisa bikin ‘tinggi’. Bila kadar THC diperkaya, bisa lebih potensial untuk pengobatan. Selain itu di masyarakat tradisonal, ganja dipakai sebagai herbal medicine. Namun bila dipakai sembarangan dan berlebihan, karena sifatnya sebagaialusinogen dapat menimbulkan euphoria sesaat, malas. Efek terburuk dari ganja membuat reaksi pemakai lambat, dan pengganja cenderung kurang waspada.

Sebuah fakta lagi, kebanyakan orang takut menggunakan ganja bahkan haram bersentuhan dengannya, padahal ganja banyak dipasarkan dalam kemasan lain yang sering dikonsumsi orang tersebut sehari-hari, misalnya sebagai obat antikantuk, obat pelangsing, obat peningkat kecerdasan, obat kuat seks dan obat untuk menambah kepercayaan diri (konfiden).

Manfaat ganja dalam bidang kesehatan, diantaranya :

1. Kanker
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics menemukan bahwa zat cannabidiol yang terdapat dalam ganja bisa 'mematikan' gen bernama "Id-1" yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh.
Para peneliti menyebutkan bahwa daun ganja dapat mengurangi rasa sakit pada penderita penyakit kanker, berikut penjelasan nya.
Penlitian di Edinburgh University meminta 177 pasien kanker menggunakan semprot berbahan dasar ganja, dengan cara yang sama seperti penyegar mulut.
Dari hasil penelitian ini diketemukan bahwa cara ini bisa mengurangi rasa sakit pada pasien kanker di daerah Edinburgh hingga 30%.
Cara kerjanya adalah dengan mengaktifkan molekul-molekul di dalam tubuh (dikenal dengan cannabinoid receptor) yang bisa menghentikan pengiriman sinyal rasa sakit ke otak. Semprotan ini dikembangkan agar tidak menganggu kondisi mental pasien, yang diakibatkan oleh penggunaan ganja biasa.
Semprotan ekstrak ganja yang dinamai Savitex ini telah diresepkan sebagai pereda rasa sakit untuk pasien multiple sclerosis. Multiple sclerosis adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pusat yang diakibatkan oleh kerusakan myelin (selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat). Ketika myelin mengalami kerusakan, akan mengganggu penyampaian pesan antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.
“Hasil awal ini sangat menjanjikan dan menunjukkan bahwa obat berbahan dasar ganja bisa menjadi pengobatan efektif bagi pasien penderita rasa sakit kronis,” terang peneliti Profesor Marie Fallon, seperti dikutip dari Dailymail.
Meresepkan obat ini sangat berguna dalam melawan rasa sakit kronis. Tapi, pengguna harus bisa membedakan tujuan medis dari tujuan menghibur diri semata, imbuh Fallon.

Temuan yang dipublikasikan di Journal of Pain and Symptom Management tidak membenarkan merokok ganja, karena merokok ganja justru bisa meningkatkan risiko kanker.

2. Meningkatkan Nafsu Makan
Dijelaskan, zat Cannabinoids yang terkandung dalam ganja merupakan pemicu selera makan. Zat ini mengaktifkan neuron di dalam otak yang biasanya justru meredam selera makan. Dengan penemuan ini, para peneliti menyatakan semakin terbuka kemungkinan bagi pengembangan obat-obatan jenis baru untuk meningkatkan selera makan penderita kanker dan AIDS.Penelitian terdahulu sebenarnya telah menemukan bukti injeksi zat THC (tetrahydrocannabinol) kepada hewan percobaan di laboratorium berhasil meningkatkan selera makan hewan-hewan tersebut. Namun mekanisme kerja antara zat yang diinjeksi dan otak masih terus menjadi misteri.
Dr Tamas Horvath dari Yale University bersama timnya meneliti peranan neuron PMOC (hypothalamic pro-opiomelanocortin) yang melepas zat-zat kimiawi ke dalam bagian PVN dari otak. Menurut Dr Horvath, neuron POMC diketahui mengatur aktivitas makan, namun selama ini dianggap neuron ini yang justru menekan selera makan, dengan menyuntikkan ganja ke hewan percobaan, peneliti menemukan bahwa selera makan hewan tersebut mengalami peningkatan. Dikatakan, peneliti kemudian secara sengaja mengurangi aktivitas neuron POMC, dan hasilnya hewan tersebut juga mengalami penurunan selera makan. "Ini merupakan bukti utama bahwa neuron POMC berkaitan dengan aktivitas makan," jelasnya.
Dr Horvath dan timnya juga meneliti bagaimana zat yang terkandung ganja atau cannabinoids itu bisa memicu terlepasnya neuron-neuron POMC. Ditemukan bahwa cannabinoids mengubah fungsi neuron-neuron POMC dan perubahan itulah yang memicu terlepasnya zat-zat kimiawi pada sel otak.(australiaplus.com)

3. Alzheimer
Berdasarkan penelitian oleh Scripps Research Institute, ganja diketahui bisa memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Hasil ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics.

4. Kecemasan
Peneliti dari Harvard Medical School menemukan bahwa ganja memiliki efek yang bisa membantu menenangkan kecemasan seseorang. Tentu saja, hal ini hanya berlaku dengan penggunaan ganja dalam dosis yang tepat. Penggunaan ganja dalam dosis tinggi justru bisa memberikan efek sebaliknya yaitu meningkatkan kecemasan dan pikiran paranoid.

5. Arthritis
Ganja diketahui bisa meredakan rasa sakit dan nyeri, serta peradangan yang berkaitan dengan penyakit arthritis.


6. Epilepsi
Dalam sebuah penelitian di Virginia Commonwealth University, peneliti menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk menghentikan serangan epilepsi. Meski begitu, penelitian ini baru dilakukan pada hewan dan belum diujicobakan pada manusia.

7. Glaucoma
Peneliti saat ini tengah mengembangkan obat baru dengan bahan dasar ganja untuk mengobati sakit yang disebabkan oleh glaucoma. Hal ini dilakukan peneliti setelah mengetahui bahwa ganja efektif untuk digunakan merawat kondisi glaucoma. Glaucoma merupakan kondisi yang meningkatkan tekanan pada bola mata dan bisa memicu kehilangan kemampuan penglihatan.

8. Kesehatan paru-paru
Penelitian dalam Journal of the American Medical Association menemukan bahwa ganja bisa meningkatkan kapasitas paru-paru. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan banyak orang bahwa ganja bisa menurunkan kapasitas dan kemampuan paru-paru.

9. Multiple sclerosis
Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit yang menyerang saraf-saraf pusat seperti saraf otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik. Sebuah penelitian yang dilakukan di Canadian Medical Association Journal menemukan bahwa cannabioids yang ditemukan dalam ganja bisa menurunkan gejala dan rasa sakit yang disebabkan oleh MS.

10. Mual
Ganja mengandung minimal 60 zat kimia yang disebut cannabinoids serta THC yang bisa memberikan efek 'melayang' pada penggunanya. Meski begitu, dalam takaran dan cara yang tepat, THC juga bisa digunakan untuk mengatasi rasa mulai, termasuk juga terdapat dalam obat yang bisa menyebabkan rasa mual.

11. Penyakit parkinson
Penelitian yang diterbitkan dalam medPage Today menemukan bahwa ganja bisa digunakan untuk mengatasi tremor dan meningkatkan kemampuan motorik pada pasien yang terkena penyakit parkinson.

12. Mengobati dan mencegah penyakit mata glaukoma
Glaukoma merupkan gangguan penglihat yang meningkatnya tekanan pada bola mata, merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan. penggunaan ganja dimaksudkan mengurangi tekanan di dalam mata, memperlambat perkembangan penyakit, mencegah kebutaan. menurut National Eye Institute yang melakukan Studi pada awal tahun 1970 bahwa ganja dapat menurunkan tekanan intraokular (TIO) pada orang-orang dengan tekanan normal dan orang-orang yang menderita glaukoma

Banyak lagi manfaat yang dalam bidang kesehatan yang bisa dimanfaatkan dari daun ganja, (bisa di cari pada situs maupun blog lain).  

Tentunya dengan tidak membenarkan merokok ganja, karena merokok ganja justru bisa meningkatkan risiko kanker.

keep healty bro n sis.
sumber: dari berbagai sumber

Ditulis Oleh : rian scr ~ Philosofi

Rian Scorpiando Sobat sedang membaca artikel tentang Manfaat ganja dalam bidang kesehatan. Maaf tidak diperbolehkan mengcopy paste langsung atau menyebar-luaskan artikel ini tampa menampilkan link sumbernya yang bisa copy paste dibawah, dan apabila dirasa bermanfaat silahkan share melalui icon media sosial dibawah

:: Get this widget ! ::

0 Komentar untuk "Manfaat ganja dalam bidang kesehatan"

Back To Top